Bekali Talenta Muda Hadapi Era Industri 4.0, UPER dan BPSDMI Kemenperin Resmi Bermitra

Dunia industri kini berada di persimpangan zaman, tempat teknologi digital merangsek masuk ke hampir setiap lini produksi dan operasional. Situasi tersebut memunculkan tuntutan baru bagi para pekerja, yakni tidak sekadar cakap dalam bidang teknis, tetapi juga tangkas menyesuaikan diri dengan perubahan yang datang silih berganti. Kementerian Perindustrian mencatat sektor manufaktur berhasil menyerap 20,26 juta tenaga kerja pada Agustus 2025, angka yang sekaligus menggambarkan betapa besar tanggung jawab dunia pendidikan untuk terus menyelaraskan kurikulumnya dengan kebutuhan industri terkini.
Berangkat dari kesadaran tersebut, Universitas Pertamina (UPER) menggandeng Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian dalam sebuah penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Gedung Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0), Jakarta, pada Selasa, 21 Juli 2026. Kesepakatan tersebut menyasar dua hal utama, yakni penguatan SDM industri dan percepatan transformasi digital di berbagai sektor produktif.
Prosesi penandatanganan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah figur penting dari kedua institusi. Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, secara resmi membubuhkan tanda tangannya berdampingan dengan Sekretaris BPSDMI Kementerian Perindustrian, Dr. Sidik Herman, S.Sn., M.M. Turut mendampingi jalannya acara, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri, Wulan Aprilianti Permatasari, S.Kom., M.Si., bersama Plh. Kepala Pusdiklat SDM Industri, Nila Kumalasari, yang keduanya menyaksikan langsung penandatanganan kesepakatan bersejarah tersebut.
Adapun cakupan kerja sama yang dijalin kedua belah pihak terbilang beragam dan saling melengkapi. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, riset kolaboratif, serta pengabdian kepada masyarakat menjadi beberapa pilar utama yang akan digarap bersama. Ditambah lagi, program praktik kerja mahasiswa, kegiatan seminar dan lokakarya, pengembangan konsep industri hijau, pendirian inkubator bisnis, hingga sederet program kolaboratif lain bersama pelaku usaha turut melengkapi peta jalan kemitraan tersebut.
Kesepakatan ini datang pada waktu yang sangat tepat, mengingat kompetensi yang dibutuhkan industri terus mengalami pergeseran seiring pesatnya kemajuan teknologi digital. Kemampuan menguasai teknologi baru serta kesigapan beradaptasi kini menjadi modal wajib bagi generasi muda yang ingin bertahan sekaligus unggul di tengah persaingan industri global yang semakin sengit.
Sidik Herman menuturkan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan industri menjadi kunci utama dalam mencetak SDM yang benar-benar selaras dengan agenda pembangunan nasional. Ia menambahkan bahwa BPSDMI senantiasa berupaya menumbuhkan talenta unggul serta inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat melalui pola kemitraan lintas sektor seperti yang tengah dijalin. Baginya, kolaborasi yang solid akan menentukan kualitas SDM industri yang dihasilkan di masa mendatang.
Pandangan serupa turut diutarakan oleh Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, yang menilai kemitraan bersama BPSDMI sebagai kesempatan berharga bagi perguruan tinggi untuk memperluas peran nyatanya dalam menjawab tantangan transformasi industri dan digitalisasi. Djoko Triyono menegaskan kesiapan Universitas Pertamina untuk berkontribusi lewat jalur pendidikan, riset, dan inovasi guna melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing di kancah industri modern. Ia berharap kemitraan tersebut mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa agar lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja, sembari mendorong lahirnya riset dan inovasi yang aplikatif bagi tantangan industri ke depan.
Berkat kolaborasi tersebut, mahasiswa mendapat kesempatan lebih luas untuk merasakan langsung dinamika dunia industri lewat praktik kerja, keikutsertaan dalam seminar dan lokakarya, maupun keterlibatan dalam berbagai program kolaboratif lainnya. Di samping itu, ruang kerja sama di bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat turut membuka peluang bagi sivitas akademika untuk terus mengasah pengetahuan sekaligus melahirkan gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Lebih dari sekadar penguatan SDM, kolaborasi antara Universitas Pertamina dan BPSDMI juga turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 yang berfokus pada Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, dorongan terhadap inovasi, serta sinergi yang erat antara pendidikan tinggi dan sektor industri menjadi wujud nyata dari komitmen tersebut. Semangat kemitraan ini pun selaras dengan Asta Cita ke-4 yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, serta daya saing bangsa di panggung internasional.
Kolaborasi lintas sektor semacam ini dipandang mampu memperkokoh kesiapan talenta industri dalam menghadapi laju perkembangan teknologi sekaligus perubahan kebutuhan dunia kerja yang terus bergerak dinamis. Melalui kemitraan bersama BPSDMI Kementerian Perindustrian, Universitas Pertamina turut memperluas jejaring kolaborasi antara pendidikan tinggi, pemerintah, dan sektor industri secara berkesinambungan. Harapan besar disematkan agar langkah tersebut mampu melahirkan talenta yang siap menghadapi transformasi industri, sekaligus mendorong riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan industri nasional.
Bagi kamu yang bercita-cita menjadi bagian dari lompatan besar industri digital tanah air, inilah momentum yang tepat untuk mempersiapkan diri sejak bangku kuliah. Pilihlah kampus yang konsisten membangun jembatan nyata dengan dunia industri agar bekal ilmu yang diperoleh benar-benar siap pakai. Yuk, wujudkan langkah awalmu lewat Pendaftaran Universitas Pertamina dan jadilah bagian dari generasi penggerak industri masa depan.
